AdvokasiBojonegoroDesaDPR RI

Ketua DPP Gajah Mada Indonesia Ajak Masyarakat Waspadai Konten Hoaks yang Memecah Belah Bangsa

GARUDATODAY.INFO.LAMONGAN – Ketua DPP Gajah Mada Indonesia, HM. Mukhlish, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penyebaran konten hoaks dan informasi yang menyesatkan di media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi memecah belah persatuan bangsa serta menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(31/07/2026)

HM. Mukhlish menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mudah percaya terhadap narasi yang belum terverifikasi, terutama konten yang menyerang individu maupun kebijakan pemerintah tanpa didukung fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Era digital menuntut masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyaring informasi. Jangan mudah terpancing oleh konten yang sengaja dibuat untuk mengadu domba, memprovokasi, atau membangun opini tanpa dasar yang jelas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti beredarnya berbagai unggahan di media sosial yang mengaitkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, dengan berbagai narasi mengenai kebijakan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut HM. Mukhlish, masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai konten yang beredar sebelum memastikan kebenarannya melalui sumber resmi pemerintah atau media yang kredibel. Beberapa klaim yang menyebut pemerintah akan menutup ritel modern demi Koperasi Desa Merah Putih telah diklarifikasi sebagai informasi yang menyesatkan.

Menurutnya, perbedaan pandangan terhadap suatu kebijakan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, penyampaian kritik harus didasarkan pada data, fakta, dan argumentasi yang bertanggung jawab, bukan melalui penyebaran hoaks maupun fitnah.

HM. Mukhlish mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh desa, pemuda, dan pegiat media sosial untuk bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat dengan mengedepankan etika, literasi digital, serta semangat persatuan.

“Jangan jadikan media sosial sebagai alat penyebar kebencian. Mari kita lawan hoaks dengan edukasi, tabayun, dan informasi yang benar agar persatuan bangsa tetap terjaga,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat selalu melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain serta menjadikan sumber resmi pemerintah dan media yang kredibel sebagai rujukan utama dalam memperoleh informasi mengenai kebijakan publik. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button