Berita

Merawat Tradisi, Menjaga Pangan: Ribuan Warga Kebalanpelang Gelar Wiwit Panen Sambut Panen Raya

GARUDATODAY.INFO.BABAT-Tradisi Wiwit Panen kembali digelar oleh masyarakat Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan semarak tersebut menjadi momentum masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus memperkuat komitmen terhadap ketahanan pangan desa.(28/8/2026).

Ribuan warga Desa Kebalanpelang mengikuti kegiatan syukuran menjelang panen raya. Tradisi Wiwit Panen yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat tersebut tidak hanya dimaknai sebagai ritual menjelang panen, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para petani dan ungkapan syukur atas karunia Tuhan.

Dokumentasi gambar padi bentuk syukur bu Sri panen raya

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimcam Babat, di antaranya Camat Babat, jajaran Koramil, Kapolsek, Pemerintah Desa Kebalanpelang, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok tani, serta seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Babat menyampaikan bahwa tradisi Wiwit Panen merupakan bagian penting dari upaya merawat budaya dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

“Tradisi seperti ini harus terus kita rawat. Wiwit Panen bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari rasa syukur yang mendalam masyarakat desa atas hasil bumi yang diberikan Tuhan. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menjaga tradisi, mengembangkan sektor pertanian, serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Kebalanpelang, H. Mustofa. Ia mengatakan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu kekuatan utama masyarakat desa yang harus terus dikembangkan.

“Wiwit Panen ini adalah bentuk rasa syukur kita bersama. Mudah-mudahan hasil panen tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Kami juga mengajak warga untuk terus mengembangkan potensi pertanian desa agar semakin kuat dalam menunjang kebutuhan pangan masyarakat,” ungkap H. Mustofa.

Dokumentasi kegaiatan wiwit sesepuh desa Kebalanpelang

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Kebalanpelang akan terus mendorong berbagai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk pemanfaatan lahan pertanian secara optimal dan peningkatan peran masyarakat dalam sektor pangan.

Semarak Wiwit Panen semakin terasa dengan kehadiran ribuan warga yang mengikuti rangkaian kegiatan. Masyarakat berkumpul bersama, membawa semangat kebersamaan sekaligus memanjatkan doa agar pelaksanaan panen raya berjalan lancar dan menghasilkan panen yang melimpah.

Bagi masyarakat Kebalanpelang, Wiwit Panen bukan sekadar seremoni sebelum memanen padi. Tradisi tersebut menjadi simbol hubungan erat antara manusia, alam, budaya, dan rasa syukur.

Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan dimulai dari desa. Ketika petani sejahtera, lahan pertanian produktif, dan masyarakat bersama-sama menjaga budaya serta pangan lokal, maka desa memiliki fondasi kuat untuk mewujudkan kemandirian pangan.

Dengan semangat “Petani Sejahtera, Pangan Tercukupi, Indonesia Maju”, tradisi Wiwit Panen di Desa Kebalanpelang diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus menjadi bagian dari gerakan membangun ketahanan pangan dari tingkat desa.[Mk]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button