AdvokasiAgrokomplekBojonegoroDesaEkonomi

Bangun Generasi Emas dari Keluarga, Kelas Parenting di Desa Kebalanpelang Perkuat Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak

Garudatoday.info.LAMONGAN – Mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing harus dimulai dari keluarga. Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam Kelas Parenting bertema “Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak” yang diselenggarakan di Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini dihadiri dan dibina langsung oleh HM. Mukhlish, pegiat desa, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas orang tua sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas.

Dalam pemaparannya, HM. Mukhlish menyampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Keberhasilan tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pola asuh, kasih sayang, komunikasi, keteladanan, serta perhatian orang tua dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental, emosional, dan spiritual anak.

“Rumah adalah sekolah pertama bagi anak, sedangkan orang tua adalah guru sepanjang hayat. Karakter anak dibentuk dari apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan setiap hari di dalam keluarga. Karena itu, membangun bangsa harus dimulai dari membangun keluarga,” ujar HM. Mukhlish.

Ia menambahkan, pelaksanaan kelas parenting juga merupakan bagian dari implementasi berbagai regulasi nasional yang menempatkan keluarga sebagai pilar utama perlindungan dan tumbuh kembang anak. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang menegaskan bahwa orang tua berkewajiban mengasuh, memelihara, mendidik, melindungi, serta mengembangkan potensi anak sesuai minat dan bakatnya.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, yang menegaskan bahwa setiap anak berhak atas pemeliharaan, pengasuhan, perlindungan, dan kesempatan untuk tumbuh serta berkembang secara optimal.

Di bidang kesehatan, penguatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak juga menjadi bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif, termasuk pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan, serta pencegahan stunting sejak dini.

HM. Mukhlish juga mengingatkan bahwa pembentukan karakter anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyebutkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab mengenai pola asuh positif, komunikasi efektif dalam keluarga, pencegahan kekerasan terhadap anak, pemenuhan gizi, serta pendampingan anak menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital.

Menurut HM. Mukhlish, pembangunan desa tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, kelas parenting menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan keluarga yang tangguh dan generasi yang unggul.

“Jika orang tua terus belajar menjadi pendidik yang baik, maka kita sedang menyiapkan generasi emas yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan mampu membawa desa maupun bangsa menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Melalui kegiatan Kelas Parenting di Desa Kebalanpelang ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran bahwa pengasuhan yang berkualitas merupakan kunci utama dalam mewujudkan anak-anak yang sehat, bahagia, berprestasi, dan siap menjadi generasi penerus bangsa.[Mk]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button