Lansia Tewas Tertemper Kereta Api di Perlintasan Desa Sumurgenuk Kecamatan Babat.

Garudatoday.Info.Lamongan -Babat. Seorang pria lanjut usia meninggal dunia setelah tertemper kereta api saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban berinisial K (66), warga Desa Gembong, Kecamatan Babat, diketahui tengah mengendarai sepeda motor Honda Supra sambil membawa ronjot atau wadah barang ketika melintas di jalur perlintasan kereta api KM 165+2/3 (PJL 264), kawasan Babat.
Pada waktu yang sama, Kereta Api Sembrani nomor 39 melintas dari arah Surabaya menuju Jakarta di jalur hilir. Diduga korban tidak menyadari kedatangan kereta dan tetap menerobos perlintasan meskipun kereta telah berada dalam jarak dekat.

Kasi Humas Polres Lamongan, M. Hamzaid, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, seorang relawan penjaga perlintasan sempat memberikan peringatan kepada korban.
“Saksi sudah berteriak memberi tahu bahwa ada kereta api yang melaju. Namun kemungkinan korban tidak mendengar sehingga tetap melintas,” ujar Hamzaid.
Kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut akhirnya menghantam korban. Benturan keras menyebabkan korban beserta sepeda motornya terpental sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat. Sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan parah.
Petugas dari Polsek Babat bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Karangkembang.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada ketika melintasi perlintasan kereta api, khususnya yang tidak memiliki palang pintu maupun penjaga resmi.
“Kami mengimbau para pengendara agar memperlambat laju kendaraan, berhenti sejenak, dan memastikan jalur aman sebelum menyeberang rel. Jangan mengambil risiko karena dapat membahayakan keselamatan,” tutup Hamzaid.[Mst]



