AgamaBeritaEdukasiJawa TimurLamonganNU

Mengintip Peluang: Bursa Calon Ketua Umum PBNU Jelang Muktamar ke-35 Tahun 2026

Garudatoday.info.Lamongan | Menjelang perhelatan Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026, sejumlah nama besar mulai mencuat ke permukaan sebagai kandidat kuat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa bakti 2026-2031.(05/04/2026)

Peta Kekuatan: Petahana vs Tokoh Muda

Berdasarkan informasi dan hasil survei yang berkembang di kalangan nahdliyin, nama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) masih menjadi figur sentral. Sebagai petahana yang menjabat periode 2021-2026, Gus Yahya dinilai memiliki modal kuat dalam melanjutkan transformasi digital dan diplomasi internasional NU.

Namun, arus keinginan untuk memunculkan figur dari kalangan muda pesantren juga menguat. Nama KH Imam Jazuli dan muncul sebagai penantang potensial. Keduanya kerap unggul dalam survei sebagai tokoh muda yang memiliki kedekatan emosional dengan basis massa santri dan pengasuh pondok pesantren di berbagai daerah.

Kandidat dari Akar Rumput dan Wilayah Selain figur muda, nama KH Marzuqi Mustamar juga menjadi perbincangan hangat. Mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini dikenal memiliki basis pendukung yang sangat militan di Jawa Timur, yang selama ini menjadi lumbung suara terbesar NU. Sosoknya dianggap merepresentasikan suara akar rumput yang menginginkan kembalinya nuansa tradisi pesantren yang kental di pucuk pimpinan.

Sementara itu, KH Zulfa Mustofa sendiri, yang pernah mengisi bangku Pj Ketum, juga masuk dalam radar diskusi sebagai sosok yang mampu menjembatani berbagai faksi di internal NU.

Radar Tokoh Nasional dan Profesional Diskusi mengenai nakhoda baru PBNU tidak hanya terbatas pada jajaran syuriyah dan tanfidziyah saat ini. Sejumlah tokoh nasional dan profesional juga masuk dalam radar pantauan, antara lain: KH Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan KH Abdussalam Shohib (Gus Salam). Prof. Muhammad Nuh dari kalangan akademisi/profesional. Tokoh politik seperti Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Nusron Wahid.

Aspirasi Menuju NU yang Lebih Baik Muktamar ke-35 bukan sekadar ajang pergantian wajah pimpinan. Poin kunci yang diusung oleh warga nahdliyin adalah aspirasi “Menuju NU yang Lebih Baik”. Fokus utama para kader adalah penguatan kemandirian ekonomi organisasi, peningkatan kualitas pendidikan pesantren, serta penjagaan khitah NU di tengah tahun-tahun politik yang dinamis.

Dinamika calon ketua umum saat ini masih sangat cair. Nama-nama yang muncul merupakan cerminan dari kekayaan kaderisasi di tubuh NU. Semua akan dikukuhkan dan diputuskan secara sah pada forum Muktamar 2026 nanti.

Masyarakat dan warga NU kini menanti, siapa yang akan terpilih untuk menakhodai kapal besar PBNU di tengah tantangan global dan domestik yang semakin kompleks menuju dekade kedua abad kedua Nahdlatul Ulama.[Mk]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button