AdvokasiBupatiKampusLamongan

Koordinasi Lintas Sektoral Digelar di Lamongan, Perkuat Upaya Tangkal Radikalisme di Ruang Digital

Garudatoday.info.Lamongan – Upaya memutus mata rantai penyebaran paham radikalisme di ruang digital terus diperkuat di Kabupaten Lamongan. Salah satunya melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi penguatan jejaring lintas sektoral yang digelar di Kantor Diskominfo dan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.20 hingga 11.20 WIB tersebut diikuti sekitar 10 peserta dari berbagai unsur instansi terkait. Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lamongan, Dedi Dian Ali, SE., MM., selaku penanggung jawab kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Aplikasi dan Informatika Diskominfo Lamongan Wawan Teguh, Ketua Duta Damai Jawa Timur dari BNPT Ahmad Reza, staf Bakesbangpol Lamongan, staf Diskominfo, serta anggota Duta Damai.

Foto : Dokumentasi diskusi Koordinasi Lintas Sektoral Digelar di Lamongan, Perkuat Upaya Tangkal Radikalisme di Ruang Digital

Dalam sambutannya, Sekdin Kominfo Lamongan Dedi Dian Ali menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Diskominfo tidak dapat hadir lantaran sedang mendampingi Bupati Lamongan dalam kegiatan di lapangan. Ia menegaskan bahwa hasil pertemuan koordinasi tersebut akan disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

“Selamat datang di Kantor Kominfo Lamongan. Kami mohon maaf karena Pak Kadis sedang mendampingi Pak Bupati. Namun seluruh hasil rakoor ini nantinya akan kami sampaikan kepada pimpinan agar dapat dirumuskan langkah tindak lanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Duta Damai Jawa Timur BNPT Ahmad Reza memaparkan peran dan tugas Duta Damai dalam membantu memutus penyebaran paham radikalisme, khususnya melalui ruang digital. Menurutnya, saat ini media digital menjadi salah satu jalur yang cukup masif dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk menyasar generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa Duta Damai berfokus pada penyebaran narasi kontra-radikalisme di ranah digital serta melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Dunia digital saat ini menjadi salah satu akses masuk penyebaran paham radikalisme yang cukup deras. Banyak anak-anak dan pelajar menjadi sasaran. Oleh sebab itu perlu dilakukan counter terhadap konten-konten yang berbau radikalisme melalui program kontra narasi,” jelasnya.

Ahmad Reza juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital di masyarakat sebagai benteng awal untuk menangkal penyebaran paham radikal. Selain itu, peran keluarga dan orang tua juga dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas digital anak.

Hal tersebut juga sejalan dengan regulasi terbaru mengenai perlindungan anak di ruang digital, termasuk kebijakan terkait pembatasan dan tata kelola Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dalam perlindungan anak.

Dalam sesi diskusi, Kabid Aplikasi dan Informatika Diskominfo Lamongan Wawan Teguh menegaskan bahwa literasi digital merupakan salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat, seperti pelatihan bijak bermedia sosial dan kampanye anti-hoaks.
Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Kami tidak bisa berdiri sendiri. Perlu adanya kolaborasi bersama untuk menggaungkan kampanye anti radikalisme dan kekerasan di ruang digital, demi melindungi generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan staf Diskominfo Lamongan menambahkan bahwa program internet sehat juga telah dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah NGO dan organisasi masyarakat di wilayah Kabupaten Lamongan. Program tersebut bertujuan menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi masyarakat.

Adapun staf Bakesbangpol Lamongan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Duta Damai yang telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Ia berharap sinergi lintas sektor tersebut dapat semakin memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di Lamongan.

Menutup kegiatan, Sekdin Kominfo Lamongan kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat literasi digital dan menjaga ruang digital tetap aman dari penyebaran paham radikal.

Kegiatan koordinasi ini berjalan dengan aman dan lancar hingga selesai. Melalui penguatan jejaring lintas sektoral tersebut diharapkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar dan orang tua, dapat semakin masif sehingga mampu mencegah masuknya paham radikalisme melalui dunia digital.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button