Program Mentri Desa dan PDT “DESA BERSINAR” Sejalan Dengan Sikap Kapolri Perangi Narkoba.

Garudatoday.info.Jakarta -Sikap tegas Kapolri memerangi Narkoba harus kita sambut dan bantu dengan maksimal dimanapun dan apapun profesi kita. Demikian pernyataan Prof Dr. Juanda S.H., MH. ,selaku Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta mengapresiasi.(27/10/2026)
Sikap Kapolri yang sangat tegas dan tanpa kompromi tersebut sangat beralasan dan wajib bagi semua komponen masyarakat membantu dan menyatakan perang bersama2 Kapolri dan jajarannya. Sebab Narkoba merupakan salah satu perusak dan menghancurkan masa depan bangsa, membunuh secara pelan pelan generasi penerus. Oleh kaena itu Narkoba tidak bisa dianggap hal yang sepele dan remeh. Narkoba merupakan kejahatan yang serius dan dapat dikategorikan selain sebagai kejahatan pidana berat juga kejahatan kemanusiaan yang sistematis dan masif.
Tindakan Kapolri dengan menyatakan perang melawan Narkoba tidak bisa dibiarlan sendiri, kita semua harus ikut berperan aktif disetiap level, khususnya di tingkat RT, RW, Desa dan Kelurahan. Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota harus menjadikan program dan kebijakan serentak secara nasional untuk memberantas Narkoba.
Sikap Kapolri tersebut sejalan dengan komitmen Bapak Menteri Desa dan PDT, dimana sejak awal tahun 2026 Menteri Desa membuat program dan kebijakan DESA BERSINAR yaitu Desa yang bersih dari Narkona.
Mendes dan PDT menegaakan Seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan program Desa Bersih dari Narkoba (Desa Bersinar) sebagai langkah konkret memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri Deklarasi Jawa Timur Bersih dari Narkoba (Bersinar) di Balai Budaya Jawa Timur, Jumat (13/2/2026). Ia meminta Provinsi Jawa Timur menjadi percontohan nasional dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba berbasis desa.
Menurut Yandri Susanto, narkoba telah merusak berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari ideologi, sosial, budaya, ekonomi hingga pertahanan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk waspada dan aktif melakukan pencegahan. “Musuh kita tidak kelihatan. Tiba-tiba sudah masuk pekarangan rumah kita, masuk ke rumah kita, menyasar keluarga kita. Operasi para bandar sangat senyap, sangat licik, dan kita tidak boleh kalah.
Oleh karena itu menurut Prof Juanda, Penasihat Menteri Desa dan PDT bidang hukum, sekarang sudah saat sinergitas antara program Bapak Kapolri dan Bapak Menteri Desa tersebut harus kita kawal dan bantu maksimal dalam banyak peran sesuai fungsi kita masing masing, kita tidak boleh pasif, tidak boleh jadi penonton atau pengamat., namun harus pro aktif dan kontributif dengan konkrit.
Sebagai contoh, keberhasilan nyata dalam beberapa bulan terakhir ini, perang terhadap Narkoba merupakan hasil konkrit operasi gabungan BNN RI, Bareskrim Polri, Bea Cukai, dan jajaran Polda yang berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional dengan total barang bukti mencapai 10,5 TON dan 59 orang diamankan!
Dari penyergapan kapal di tengah laut, pengungkapan penyelundupan lintas negara, sampai penggerebekan laboratorium narkoba di Aceh!
Di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, perang melawan jaringan narkoba terus digencarkan.
Bayangin kalau 10,5 ton narkoba itu sampai beredar bebas. Berapa banyak generasi muda yang bisa jadi korban?
Mafia narkoba boleh punya jaringan internasional, tapi Indonesia tidak boleh kalah melawan musuh Narkoba. Demikian Prof Juanda sebagai Ketua Dewan Peradi Maju mengakhiri pandangan hukumnya.(Red)



